Di Antara Tanda Allah Mencintai Kita

Jangan kira ujianmu adalah tanda Allah tidak mencintaimu.
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ الَّذِي أَنقَضَ ظَهْرَكَ وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ
“Bukankah Kami telah melapangkan dadamu? Dan Kami telah mengangkat bebanmu yang memberatkan punggungmu. Dan Kami telah meninggikan sebutan (namamu). Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah kamu berharap.” (QS. Al-Insyirah: 1–8)
Surat ini turun ketika Rasulullah ﷺ menghadapi masa-masa yang berat. Allah tidak langsung menghilangkan semua kesulitannya, tetapi terlebih dahulu menguatkan hatinya.
Allah mengingatkan bahwa setiap nikmat yang telah diberikan adalah bukti kasih sayang-Nya. Dada yang dilapangkan, beban yang diringankan, dan kemuliaan yang ditinggikan adalah pertolongan yang nyata.
Lalu Allah mengajarkan sebuah sunnatullah yang berlaku sepanjang zaman:
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
Bukan setelah kesulitan, tetapi bersama kesulitan. Saat ujian datang, Allah juga menghadirkan jalan keluar, kekuatan, dan pahala bagi orang yang bersabar.
Namun, seorang mukmin tidak berhenti setelah satu urusan selesai. Allah berfirman:
“Maka apabila kamu telah selesai, bersungguh-sungguhlah.”
Selesai bekerja, lanjutkan dengan ibadah. Selesai belajar, amalkan ilmu. Selesai satu kebaikan, sambung dengan kebaikan berikutnya.
Dan jangan pernah menggantungkan harapan kepada manusia.
“Dan hanya kepada Tuhanmulah kamu berharap.”
Ibrah
Surat al-Insyirah mengajarkan bahwa hidup seorang mukmin adalah perjalanan antara syukur, sabar, kerja keras, dan tawakal. Ketika diuji ia bersabar, ketika diberi kemudahan ia bersyukur, ketika selesai beramal ia terus berkarya, dan dalam setiap keadaan ia hanya berharap kepada Allah.
Ya Allah, lapangkan hati kami sebagaimana Engkau melapangkan hati Rasul-Mu. Ringankan beban kami, kuatkan kami menghadapi setiap ujian, jadikan kami hamba yang selalu bersungguh-sungguh dalam kebaikan, dan gantungkan seluruh harapan kami hanya kepada-Mu. Aamiin.

Saat ini belum ada komentar