Beranda » Tadabbur » Nikmat Rasa Aman

Nikmat Rasa Aman

Nikmat yang sering kita lupakan adalah rasa aman.

لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ ۝ إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ ۝ فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ ۝ الَّذِي أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَآمَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ

“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (Pemilik) rumah ini (Ka’bah), yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” (QS. Quraisy: 1-4)

Setiap hari kita makan dengan tenang. Berangkat bekerja, belajar, dan beribadah tanpa rasa takut. Namun, sering kali kita menganggap semua itu sebagai sesuatu yang biasa.

Padahal Allah mengingatkan bahwa makanan dan rasa aman adalah diantara nikmat yang sangat besar.

Kaum Quraisy dapat berdagang dengan aman karena Allah menjaga mereka. Maka Allah memerintahkan mereka untuk menyembah-Nya sebagai bentuk syukur atas nikmat tersebut.

Begitu pula kita. Saat masih dapat menikmati makanan, tidur dengan tenang, berkumpul bersama keluarga, dan beribadah tanpa gangguan, sesungguhnya kita sedang hidup di tengah nikmat yang luar biasa.

 

Ibrah

Jangan menunggu kehilangan untuk menyadari besarnya nikmat Allah. Bersyukurlah setiap kali dapat makan tanpa lapar, berjalan tanpa rasa takut, dan beribadah dengan tenang. Nikmat yang paling sering kita lupakan justru adalah nikmat yang setiap hari kita rasakan.

Ya Allah, jadikan kami hamba yang pandai mensyukuri nikmat-Mu. Karuniakan kepada kami rezeki yang halal, hati yang tenteram, negeri yang aman, dan jangan biarkan kami lalai dari beribadah kepada-Mu ketika Engkau melimpahkan nikmat kepada kami. Aamiin.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Post Lainnya

  • Kepastian Kebangkitan dan Kesempurnaan Sifat Allah

    Kepastian Kebangkitan dan Kesempurnaan Sifat Allah

    • Minggu, 23 Agustus 2026

    وَهُوَ ٱلَّذِى يَبْدَؤُا۟ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ ۚ وَلَهُ ٱلْمَثَلُ ٱلْأَعْلَىٰ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ ٢٧ “Dan Dia-lah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat Yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS. ar-Rum [30]: 27)   Ayat […]

    Selengkapnya »
  • Saat Amal Lebih Berharga daripada Segalanya

    Saat Amal Lebih Berharga daripada Segalanya

    • Kamis, 6 Agustus 2026

    فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ ۝ فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ ۝ وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ ۝ فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ “Adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah Hawiyah.” (QS. Al-Qāri’ah: 6–9) Ibrah Pada hari kiamat, Allah tidak akan menanyakan seberapa banyak […]

    Selengkapnya »
  • Bertawakallah kepada Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Penyayang

    Bertawakallah kepada Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Penyayang

    • Kamis, 15 Oktober 2026

    وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱلْعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ ٢١٧ “Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,” (QS. asy-Syu’ara’ [26]: 217) *** Kita diperintahkan untuk bertawakal kepada Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Tawakal berarti menyandarkan harapan dan menyerahkan urusan kepada Allah, bukan menjadikan manusia atau keadaan sebagai satu-satunya tempat bergantung. Allah memiliki kekuasaan yang sempurna, […]

    Selengkapnya »
  • Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Penggunaan Metode UMMI

    Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Penggunaan Metode UMMI

    • Kamis, 6 Agustus 2026

    Sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang bermutu dan berstandar nasional, Halaqah Quran melaksanakan kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Penggunaan Sistem Pembelajaran Al-Qur’an Metode UMMI bersama UMMI Bandung Raya. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama penggunaan Sistem Pembelajaran Al-Qur’an Metode UMMI sebagaimana tertuang dalam dokumen Nota Kesepahaman. Acara berlangsung pada […]

    Selengkapnya »
  • Al-Qur’an: Kitab yang Lurus Tanpa Kebengkokan

    Al-Qur’an: Kitab yang Lurus Tanpa Kebengkokan

    • Rabu, 19 Agustus 2026

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًاࣝ ۝١ “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab Suci (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak membuat padanya sedikit pun kebengkokan.” (QS. Al-Kahf [18]: 1) Ayat ini mengawali surah Al-Kahf dengan pujian kepada Allah karena Dia telah menurunkan Al-Qur’an kepada hamba-Nya, Nabi Muhammad ﷺ. […]

    Selengkapnya »
  • 10 Pilar Mutu Metode UMMI

    10 Pilar Mutu Metode UMMI

    • Sabtu, 8 Agustus 2026

      Goodwill Manajemen — Kesediaan, dukungan dan perhatian dari pimpinan lembaga atau pengelola terhadap pembelajaran Al-Qur’an. Sertifikasi Guru —  Semua guru sudah lulus tashih dan mengikuti pelatihan metodologi dan manajemen pengelolaan pembelajaran Al-Qur’an Metode UMMI. Waktu Memadai — Waktu yang dibutuhkan minimal 4-5 kali seminggu dan setiap pertemuannya 60-70 menit serta akan semakin sempurna hasilnya jika ada tambahan […]

    Selengkapnya »