Beranda » Tadabbur » Hanya Allah Sang Pencipta, Jangan Menyekutukan-Nya

Hanya Allah Sang Pencipta, Jangan Menyekutukan-Nya

هَـٰذَا خَلْقُ ٱللَّهِ فَأَرُونِى مَاذَا خَلَقَ ٱلَّذِينَ مِن دُونِهِۦ ۚ بَلِ ٱلظَّـٰلِمُونَ فِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ ١١

“Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah. Sebenarnya, orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Luqman [31]: 11)

***

Sebagai manusia, kita diajak untuk memperhatikan seluruh ciptaan Allah, kemudian merenungkan satu pertanyaan yang sangat mendasar: adakah sesuatu yang disembah selain Allah mampu menciptakan sesuatu sebagaimana Allah menciptakan langit, bumi, dan seluruh isinya?

Allah menegaskan bahwa semua yang ada merupakan ciptaan-Nya. Tidak ada sembahan selain-Nya yang mampu menunjukkan ciptaan yang sebanding dengan ciptaan Allah. Pertanyaan ini menggugah akal dan hati agar manusia tidak menyandarkan penghambaan kepada sesuatu yang tidak memiliki kekuasaan untuk menciptakan. Seharusnya, ketika menyaksikan keagungan ciptaan-Nya, semakin kuat pula keyakinan kita kepada Allah sebagai satu-satunya Zat yang berhak disembah.

Ayat ini menyebut orang-orang zalim berada dalam kesesatan yang nyata. Kezaliman yang dimaksud dalam konteks ayat ini berkaitan dengan sikap menyekutukan Allah dan menyimpang dari kebenaran tentang siapa Sang Pencipta. Pesan pentingnya, jangan sampai manusia begitu mudah mengakui keagungan ciptaan Allah, tetapi justru lalai dalam menunaikan hak Allah untuk diibadahi. Pengakuan bahwa Allah adalah Pencipta semestinya tercermin dalam ketaatan, ketundukan, dan ketulusan ibadah hanya kepada-Nya. Tauhid bukan sekadar pengetahuan yang tersimpan dalam pikiran, melainkan keyakinan yang membimbing seluruh kehidupan.

Muhasabah

Sudahkah kita benar-benar meyakini bahwa hanya Allah Sang Pencipta dan satu-satunya Zat yang berhak disembah? Apakah keyakinan itu telah tercermin dalam doa, ibadah, harapan, rasa takut, dan ketergantungan kita? Ataukah terkadang hati kita lebih bergantung kepada makhluk daripada kepada Allah? Mari memperkuat tauhid, meluruskan niat, dan menjadikan seluruh amal sebagai bentuk ketaatan kepada-Nya.

Jangan hanya mengagumi kehebatan ciptaan Allah, tetapi lupakan hak Sang Pencipta. Semakin kita mengenal kebesaran Allah, seharusnya semakin kuat pula penghambaan kita hanya kepada-Nya.[]

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Post Lainnya

  • Jangan Menganggap Rezeki Sempit sebagai Kehinaan

    Jangan Menganggap Rezeki Sempit sebagai Kehinaan

    • Jumat, 11 September 2026

    وَأَمَّآ إِذَا مَا ٱبْتَلَىٰهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّىٓ أَهَـٰنَنِ ١٦ “Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, ‘Tuhanku telah menghinakanku.’” (QS. al-Fajr [89]: 16) *** Manusia sering keliru dalam menilai keadaan hidup. Ketika mendapatkan kelapangan rezeki, seseorang bisa menganggap dirinya dimuliakan; sebaliknya, ketika rezekinya dibatasi, ia berkata, “Tuhanku telah menghinakanku.” Padahal, […]

    Selengkapnya »
  • Di Antara Tanda Allah Mencintai Kita

    Di Antara Tanda Allah Mencintai Kita

    • Senin, 17 Agustus 2026

    Jangan kira ujianmu adalah tanda Allah tidak mencintaimu.   أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ ۝ وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ ۝ الَّذِي أَنقَضَ ظَهْرَكَ ۝ وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ ۝ فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۝ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۝ فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ ۝ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ “Bukankah Kami telah melapangkan dadamu? Dan Kami telah mengangkat bebanmu yang memberatkan […]

    Selengkapnya »
  • Bertasbih dan Mohon Ampun

    Bertasbih dan Mohon Ampun

    • Sabtu, 1 Agustus 2026

    Allah berfirman: فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا “Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.” (QS. An-Nashr: 3) Renungkan… Saat Allah memberi keberhasilan, kita sering sibuk merayakannya. Padahal Allah mengajarkan hal yang berbeda. Semakin tinggi nikmat yang Allah berikan, semakin banyak pula tasbih dan istighfar yang […]

    Selengkapnya »
  • Allah Mampu Menghidupkan Kembali

    Allah Mampu Menghidupkan Kembali

    • Sabtu, 5 September 2026

    يُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ وَيُحْىِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ وَكَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ ١٩ “Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi setelah mati (kering). Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).” (QS. ar-Rum [30]: 19)   Ayat ini mengajak kita merenungkan tanda-tanda […]

    Selengkapnya »
  • Jangan Lupa Berdoa dan Bersandar kepada Allah

    Jangan Lupa Berdoa dan Bersandar kepada Allah

    • Senin, 19 Oktober 2026

    أَمَّن يُجِيبُ ٱلْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَآءَ ٱلْأَرْضِ ۗ أَءِلَـٰهٌ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ ٦٢ “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah […]

    Selengkapnya »
  • Menjadi Hamba yang Selalu Kembali kepada Allah

    Menjadi Hamba yang Selalu Kembali kepada Allah

    • Jumat, 2 Oktober 2026

    هَـٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ ٣٢ “(Kepada mereka dikatakan), ‘Inilah nikmat yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang senantiasa bertaubat (kepada Allah) dan memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya).’” (QS. Qaf [50]: 32) *** Orang yang mendapatkan kenikmatan dari Allah adalah mereka yang “awwāb” dan “hafīzh”: hamba yang senantiasa kembali kepada Allah dan menjaga apa yang […]

    Selengkapnya »