Beranda » Tadabbur » Menjadi Hamba yang Selalu Kembali kepada Allah

Menjadi Hamba yang Selalu Kembali kepada Allah

هَـٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ ٣٢

“(Kepada mereka dikatakan), ‘Inilah nikmat yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang senantiasa bertaubat (kepada Allah) dan memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya).'” (QS. Qaf [50]: 32)

***

Orang yang mendapatkan kenikmatan dari Allah adalah mereka yang “awwāb” dan “hafīzh”: hamba yang senantiasa kembali kepada Allah dan menjaga apa yang Allah perintahkan. Menjadi orang yang baik bukan berarti tidak pernah salah, tetapi ketika melakukan kesalahan, ia segera kembali kepada Allah dan tidak membiarkan dirinya terus berada dalam kesalahan. Ia juga berusaha menjaga ketentuan-ketentuan Allah dalam kehidupannya.

Kita juga perlu memahami bahwa janji kenikmatan dari Allah bukan hanya untuk orang yang banyak melakukan amal secara lahiriah, tetapi bagi hamba yang terus menjaga hubungan dengan Allah: ketika salah, ia bertaubat; ketika mendapat nikmat, ia bersyukur; ketika menghadapi ujian, ia tetap berpegang pada petunjuk Allah. Karena itu, sifat awwāb menunjukkan kebiasaan untuk kembali kepada Allah, sedangkan hafīzh menunjukkan kesungguhan dalam menjaga apa yang telah diperintahkan-Nya.

Muhasabah

Ketika melakukan kesalahan, apakah kita segera kembali kepada Allah atau justru membiarkannya berulang? Ketika mengetahui suatu perintah Allah, apakah kita berusaha menjaganya dalam kehidupan sehari-hari? Mari belajar menjadi hamba yang selalu kembali kepada Allah dan menjaga aturan-Nya, karena itulah jalan yang membawa kita kepada janji kebaikan yang Allah berikan.[]

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Post Lainnya

  • Al-Qur’an Bukan untuk Menyusahkan

    Al-Qur’an Bukan untuk Menyusahkan

    • Selasa, 8 September 2026

    مَآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْقُرْءَانَ لِتَشْقَىٰٓ ٢ “Kami tidak menurunkan Al-Qur`ān ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah,” (QS. Thaha [20]: 2)   Al-Qur’an tidak diturunkan untuk menjadikan manusia berada dalam kesusahan, tetapi sebagai petunjuk bagi kehidupan. Al-Qur’an merupakan petunjuk dan bahwa Syariat Islam mencakup berbagai perbuatan manusia secara sempurna. Karena itu, Al-Qur’an semestinya dipahami sebagai […]

    Selengkapnya »
  • Hiduplah Seiringan dan Jagalah dengan Kuat

    Hiduplah Seiringan dan Jagalah dengan Kuat

    • Senin, 31 Agustus 2026

    يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا “Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya […]

    Selengkapnya »
  • Jangan Sombong dan Riya

    Jangan Sombong dan Riya

    • Senin, 28 September 2026

    وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ خَرَجُوا۟ مِن دِيَـٰرِهِم بَطَرًا وَرِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ ٤٧ “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang keluar dari kampung halamannya dengan rasa angkuh dan ingin dipuji orang (riya’) serta menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Allah meliputi segala yang mereka kerjakan.” (QS. al-Anfal [8]: 47) *** Menjalani […]

    Selengkapnya »
  • Masuk Islam Secara Menyeluruh

    Masuk Islam Secara Menyeluruh

    • Kamis, 10 September 2026

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةًۭ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌۭ ٢٠٨ “Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.” (QS. al-Baqarah [2]: 208) *** Orang-orang beriman sudah sepatutnya tidak mengambil Islam secara sebagian-sebagian, tetapi masuk […]

    Selengkapnya »
  • Berlindung Hanya kepada Allah

    Berlindung Hanya kepada Allah

    • Selasa, 4 Agustus 2026

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ۝ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ۝ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ۝ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ۝ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai fajar, dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan para penyihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari […]

    Selengkapnya »
  • Mensyukuri yang Sudah Ada

    Mensyukuri yang Sudah Ada

    • Rabu, 12 Agustus 2026

    Jangan hanya menghitung apa yang belum kita miliki. Ingatlah betapa banyak yang telah Allah berikan. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ۝ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ۝ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari segala kebaikan).” (QS. Al-Kautsar: 1–3) Surat Al-Kautsar […]

    Selengkapnya »