Beranda » Tadabbur » Jangan Sombong dan Riya

Jangan Sombong dan Riya

وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ خَرَجُوا۟ مِن دِيَـٰرِهِم بَطَرًا وَرِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ ٤٧

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang keluar dari kampung halamannya dengan rasa angkuh dan ingin dipuji orang (riya’) serta menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Allah meliputi segala yang mereka kerjakan.” (QS. al-Anfal [8]: 47)

***

Menjalani kehidupan dengan rasa angkuh dan ingin dipuji manusia adalah terlarang. Kesombongan dapat membuat seseorang merasa lebih tinggi daripada orang lain, sedangkan riya membuat seseorang melakukan sesuatu bukan semata-mata karena Allah, tetapi karena ingin mendapatkan perhatian dan pujian orang lain. Kesenangan dan kelapangan harta bisa saja melahirkan kesombongan. Namun Islam melarang kenikmatan yang mendorong seseorang menjadi sombong dan melampaui batas.

Jangan pula sikap kita menghalangi manusia dari jalan Allah. Karena itu, apa pun yang kita lakukan perlu diperiksa: apakah benar-benar membawa kepada kebaikan dan ketaatan, atau justru muncul karena ingin dipuji dan menonjolkan diri? Allah senantiasa mengingatkan bahwa Dia mengetahui dan meliputi segala yang manusia kerjakan. Tidak ada perbuatan yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya.

Muhasabah

Ketika kita melakukan kebaikan, apakah kita sudah ikhlas karena Allah, atau diam-diam berharap orang lain melihat dan memuji? Ketika mendapatkan keberhasilan, harta, ilmu, atau kedudukan, apakah hati kita menjadi rendah hati atau justru merasa lebih tinggi dari orang lain? Mari periksa hati kita sebelum mengejar penilaian manusia. Jangan sampai pujian membuat kita sombong dan keinginan untuk dipandang baik justru menjauhkan kita dari keikhlasan.[]

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Post Lainnya

  • Berlindung Hanya kepada Allah

    Berlindung Hanya kepada Allah

    • Selasa, 4 Agustus 2026

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ۝ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ۝ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ۝ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ۝ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai fajar, dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan para penyihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari […]

    Selengkapnya »
  • Waspada Berdusta Atas Nama Agama

    Waspada Berdusta Atas Nama Agama

    • Selasa, 18 Agustus 2026

    وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِـَٔايَـٰتِهِۦٓ ۗ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّـٰلِمُونَ ٢١ “Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah, atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung.” (QS. al-An’am: 21)   Ayat ini mengingatkan bahwa kezaliman yang paling berat bukan sekadar menyakiti […]

    Selengkapnya »
  • Jangan Mendustakan Pertemuan dengan Akhirat

    Jangan Mendustakan Pertemuan dengan Akhirat

    • Selasa, 1 September 2026

    وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَلِقَآئِ ٱلْـَٔاخِرَةِ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ فِى ٱلْعَذَابِ مُحْضَرُونَ ١٦ “Dan adapun orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami serta (mendustakan) pertemuan hari akhirat, maka mereka tetap berada dalam azab (neraka).” (QS. ar-Rum [30]: 16)   Ada akibat yang sangat berat bagi orang-orang yang memilih kekufuran, mendustakan ayat-ayat Allah, dan mengingkari pertemuan dengan […]

    Selengkapnya »
  • Di Antara Tanda Allah Mencintai Kita

    Di Antara Tanda Allah Mencintai Kita

    • Senin, 17 Agustus 2026

    Jangan kira ujianmu adalah tanda Allah tidak mencintaimu.   أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ ۝ وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ ۝ الَّذِي أَنقَضَ ظَهْرَكَ ۝ وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ ۝ فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۝ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۝ فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ ۝ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ “Bukankah Kami telah melapangkan dadamu? Dan Kami telah mengangkat bebanmu yang memberatkan […]

    Selengkapnya »
  • Mensyukuri yang Sudah Ada

    Mensyukuri yang Sudah Ada

    • Rabu, 12 Agustus 2026

    Jangan hanya menghitung apa yang belum kita miliki. Ingatlah betapa banyak yang telah Allah berikan. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ۝ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ۝ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari segala kebaikan).” (QS. Al-Kautsar: 1–3) Surat Al-Kautsar […]

    Selengkapnya »
  • Jangan Tertipu oleh Gemerlap Dunia

    Jangan Tertipu oleh Gemerlap Dunia

    • Kamis, 20 Agustus 2026

    ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا لَعِبٞ وَلَهۡوٞ وَزِينَةٞ وَتَفَاخُرُۢ بَيۡنَكُمۡ وَتَكَاثُرٞ فِي ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَوۡلَٰدِۖ كَمَثَلِ غَيۡثٍ أَعۡجَبَ ٱلۡكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصۡفَرّٗا ثُمَّ يَكُونُ حُطَٰمٗاۖ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ عَذَابٞ شَدِيدٞ وَمَغۡفِرَةٞ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٰنٞۚ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ “Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara […]

    Selengkapnya »