Dengan Apa Kita Bisa Tenang?

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
” …yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Ibrah
Tidak sedikit orang yang tersenyum di wajahnya, tetapi hatinya sedang lelah. Ada yang memiliki harta, jabatan, dan keluarga, namun tetap dihantui kegelisahan.
Allah mengajarkan bahwa ketenangan hati tidak dibeli dengan dunia, tetapi diperoleh dengan mengingat-Nya.
Semakin jauh hati dari Allah, semakin mudah ia dikuasai rasa cemas, takut, dan hampa. Sebaliknya, ketika hati dipenuhi dzikir, tilawah Al-Qur’an, doa, dan ketaatan, Allah menurunkan ketenangan yang tidak mampu diberikan oleh siapa pun.
Maka, saat hidup terasa berat, jangan jadikan dunia sebagai tempat bersandar. Kembalilah kepada Al-Qur’an, perbanyak mengingat Allah, karena di sanalah hati menemukan rumahnya.
Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْ قُلُوبَنَا مُطْمَئِنَّةً بِذِكْرِكَ، وَاجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوبِنَا، وَنُورَ صُدُورِنَا، وَثَبِّتْنَا عَلَى طَاعَتِكَ
“Ya Allah, jadikan hati kami tenang dengan mengingat-Mu. Jadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hati kami, cahaya bagi dada kami, dan teguhkan kami untuk selalu taat kepada-Mu. Aamiin.”

Saat ini belum ada komentar