Saat Amal Lebih Berharga daripada Segalanya

فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ
“Adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah Hawiyah.” (QS. Al-Qāri’ah: 6–9)
Ibrah
Pada hari kiamat, Allah tidak akan menanyakan seberapa banyak harta yang kita miliki, setinggi apa jabatan kita, atau seberapa terkenal nama kita. Yang menentukan keselamatan adalah berat atau ringannya timbangan amal.
Setiap tilawah Al-Qur’an, setiap sedekah, setiap salat, setiap dzikir, bahkan setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan memenuhi timbangan amal. Jangan pernah meremehkan satu amal saleh, karena bisa jadi itulah yang membuat timbangan kita menjadi berat di hadapan Allah.
Hari ini masih ada kesempatan untuk menambah amal. Jangan menunda kebaikan hingga esok, karena kita tidak tahu apakah esok masih menjadi milik kita.
Doa
اللَّهُمَّ ثَقِّلْ مَوَازِينَنَا بِالْإِيمَانِ وَالْقُرْآنِ وَالْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ، وَاجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ.
“Ya Allah, beratkanlah timbangan amal kami dengan iman, Al-Qur’an, dan amal-amal saleh. Jadikanlah kami termasuk penghuni surga-Mu. Āmīn.”

Saat ini belum ada komentar