Beranda » Tadabbur » Mensyukuri yang Sudah Ada

Mensyukuri yang Sudah Ada

Jangan hanya menghitung apa yang belum kita miliki. Ingatlah betapa banyak yang telah Allah berikan.

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ۝ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ۝ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari segala kebaikan).” (QS. Al-Kautsar: 1–3)

Surat Al-Kautsar adalah surat terpendek dalam Al-Qur’an, tetapi mengandung pelajaran yang sangat besar.

Ketika Rasulullah ﷺ dihina dan dianggap tidak memiliki masa depan, Allah tidak menyuruh beliau membalas ejekan itu. Allah justru mengingatkan nikmat-Nya:

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar.”

Seakan Allah berfirman, “Jangan sibuk memikirkan apa yang manusia katakan. Lihatlah betapa banyak nikmat yang telah Aku berikan kepadamu.”

Karena itu, Allah memerintahkan dua bentuk syukur: shalat sebagai ibadah kepada Allah, dan berkurban sebagai bentuk pengorbanan serta kepedulian kepada sesama.

Lalu Allah menenangkan hati Rasul-Nya: orang yang memusuhi kebenaranlah yang akan terputus dari segala kebaikan, bukan orang yang tetap berada di jalan Allah.

 

Ibrah

Saat orang lain meremehkanmu, jangan habiskan waktumu untuk membalas. Sibukkan dirimu dengan bersyukur, beribadah, dan berbuat kebaikan. Kehormatan sejati bukan ditentukan oleh penilaian manusia, tetapi oleh kemuliaan yang Allah berikan kepada hamba-Nya.

Ya Allah, jadikan kami hamba yang pandai mensyukuri nikmat-Mu. Jangan jadikan hati kami sibuk mengejar pujian manusia, tetapi sibukkanlah kami dengan shalat, ibadah, dan amal saleh. Karuniakan kepada kami keberkahan yang melimpah sebagaimana Engkau menganugerahkan Al-Kautsar kepada Rasul-Mu. Aamiin.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Post Lainnya

  • Kedaulatan Jiwa atas Amal Usahanya

    Kedaulatan Jiwa atas Amal Usahanya

    • Kamis, 3 September 2026

    تِلْكَ أُمَّةٌۭ قَدْ خَلَتْ ۖ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُم مَّا كَسَبْتُمْ ۖ وَلَا تُسْـَٔلُونَ عَمَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ١٤١ “Itulah umat yang telah berlalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. al-Baqarah [2]: 141)   Ayat ini menegaskan […]

    Selengkapnya »
  • Mengenal Metode UMMI yang Kami Gunakan

    Mengenal Metode UMMI yang Kami Gunakan

    • Sabtu, 8 Agustus 2026

    Bukan Sekadar Metode, Melainkan Sebuah Sistem Kata Ummi berasal dari bahasa arab “ummun” yang bermakna ibuku dengan penambahan “ya mutakallim”. Pemilihan nama Ummi juga untuk menghormati dan mengingat jasa ibu. Tiada orang yang paling berjasa pada kita semua kecuali orangtua kita, terutama Ibu. Ibulah yang mengajarkan banyak hal pada kita dan orang yang sukses mengajarkan bahasa […]

    Selengkapnya »
  • Jangan Sombong dan Riya

    Jangan Sombong dan Riya

    • Senin, 28 September 2026

    وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ خَرَجُوا۟ مِن دِيَـٰرِهِم بَطَرًا وَرِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ ٤٧ “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang keluar dari kampung halamannya dengan rasa angkuh dan ingin dipuji orang (riya’) serta menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Allah meliputi segala yang mereka kerjakan.” (QS. al-Anfal [8]: 47) *** Menjalani […]

    Selengkapnya »
  • Jangan Menganggap Rezeki Sempit sebagai Kehinaan

    Jangan Menganggap Rezeki Sempit sebagai Kehinaan

    • Jumat, 11 September 2026

    وَأَمَّآ إِذَا مَا ٱبْتَلَىٰهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّىٓ أَهَـٰنَنِ ١٦ “Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, ‘Tuhanku telah menghinakanku.’” (QS. al-Fajr [89]: 16) *** Manusia sering keliru dalam menilai keadaan hidup. Ketika mendapatkan kelapangan rezeki, seseorang bisa menganggap dirinya dimuliakan; sebaliknya, ketika rezekinya dibatasi, ia berkata, “Tuhanku telah menghinakanku.” Padahal, […]

    Selengkapnya »
  • Saat Amal Lebih Berharga daripada Segalanya

    Saat Amal Lebih Berharga daripada Segalanya

    • Kamis, 6 Agustus 2026

    فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ ۝ فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ ۝ وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ ۝ فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ “Adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah Hawiyah.” (QS. Al-Qāri’ah: 6–9) Ibrah Pada hari kiamat, Allah tidak akan menanyakan seberapa banyak […]

    Selengkapnya »
  • Bertasbih dan Mohon Ampun

    Bertasbih dan Mohon Ampun

    • Sabtu, 1 Agustus 2026

    Allah berfirman: فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا “Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.” (QS. An-Nashr: 3) Renungkan… Saat Allah memberi keberhasilan, kita sering sibuk merayakannya. Padahal Allah mengajarkan hal yang berbeda. Semakin tinggi nikmat yang Allah berikan, semakin banyak pula tasbih dan istighfar yang […]

    Selengkapnya »