Beranda » Tadabbur » Jangan Tertipu oleh Gemerlap Dunia

Jangan Tertipu oleh Gemerlap Dunia

ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا لَعِبٞ وَلَهۡوٞ وَزِينَةٞ وَتَفَاخُرُۢ بَيۡنَكُمۡ وَتَكَاثُرٞ فِي ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَوۡلَٰدِۖ كَمَثَلِ غَيۡثٍ أَعۡجَبَ ٱلۡكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصۡفَرّٗا ثُمَّ يَكُونُ حُطَٰمٗاۖ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ عَذَابٞ شَدِيدٞ وَمَغۡفِرَةٞ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٰنٞۚ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.” (QS. al-Hadid [57]: 20)

 

Ayat ini mengajak kita berhenti sejenak dan melihat kehidupan dunia dengan pandangan yang jernih. Allah menggambarkan dunia sebagai permainan, senda gurau, perhiasan, kebanggaan di antara manusia, serta perlombaan dalam harta dan anak. Semua itu tampak indah dan mengagumkan, sebagaimana tanaman yang tumbuh setelah hujan: hijau, subur, dan menyenangkan pandangan. Namun keindahan itu tidak berlangsung lama. Ia akan menguning, mengering, lalu hancur. Begitulah dunia: sesuatu yang hari ini membuat kita bangga, suatu saat akan kita tinggalkan. Karena itu, harta tidak semestinya menjadi tujuan hidup atau sarana untuk bermegah-megahan. Dalam kitab Nizhamul Iqtishadi fil Islam, harta dipandang sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan, bukan untuk dijadikan kebanggaan atau tujuan pada dirinya sendiri.

Yang perlu kita tanyakan kepada diri sendiri adalah: ketika dunia semakin banyak berada di tangan kita, apakah akhirat juga semakin dekat di hati kita? Sebab Allah tidak mengatakan bahwa dunia tidak boleh dinikmati, tetapi mengingatkan agar manusia tidak tertipu olehnya. Kebahagiaan yang hakiki bukan terletak pada banyaknya harta, kemewahan, atau kebanggaan di hadapan manusia, tapi pada diperolehnya ridha Allah. Seorang Muslim hendaknya mencari kehidupan akhirat melalui apa yang Allah berikan kepadanya, tanpa melupakan bagiannya dari kehidupan dunia.

Maka ayat ini seakan mengajak kita berkata kepada diri sendiri: jangan sampai sesuatu yang sementara membuat kita melupakan sesuatu yang kekal. Dunia boleh berada di tangan, tetapi jangan sampai menguasai hati. Karena pada akhirnya, yang kita cari bukan sekadar kenikmatan yang cepat datang lalu pergi, tetapi ampunan Allah dan keridhaan-Nya. Itulah yang membuat perjalanan hidup tidak berhenti pada gemerlap dunia, tetapi berujung pada keselamatan di akhirat.[]

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Post Lainnya

  • Mensyukuri yang Sudah Ada

    Mensyukuri yang Sudah Ada

    • Rabu, 12 Agustus 2026

    Jangan hanya menghitung apa yang belum kita miliki. Ingatlah betapa banyak yang telah Allah berikan. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ۝ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ۝ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari segala kebaikan).” (QS. Al-Kautsar: 1–3) Surat Al-Kautsar […]

    Selengkapnya »
  • Alhamdulillah, 422 Peserta Belajar Bersama Halaqah Quran dalam 31 Kelas Online

    Alhamdulillah, 422 Peserta Belajar Bersama Halaqah Quran dalam 31 Kelas Online

    • Jumat, 7 Agustus 2026

    Cianjur, 7 Agustus 2026 — Alhamdulillah, atas izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, Program Pembelajaran Al-Qur’an Halaqah Quran terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga 7 Agustus 2026, kegiatan pembelajaran telah diikuti oleh sekitar 422 peserta yang tergabung dalam 31 kelas online, dengan bimbingan 17 guru bersertifikasi Metode UMMI. Seluruh pembelajaran dilaksanakan secara daring melalui Zoom dengan […]

    Selengkapnya »
  • Ketika Al-Qur’an menjadi Mahjūr

    Ketika Al-Qur’an menjadi Mahjūr

    • Senin, 3 Agustus 2026

    Allah berfirman: وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا “Dan Rasul (Muhammad) berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang ditinggalkan.’” (QS. Al-Furqan: 30) Renungkan… Al-Qur’an tidak hanya menjadi mahjūr ketika tidak dibaca. Ia juga menjadi mahjūr ketika dibaca tetapi tidak dipahami, dipahami tetapi tidak diamalkan, atau tidak dijadikan […]

    Selengkapnya »
  • Saat Menjauhkan Diri dari Iman dan Amal Saleh

    Saat Menjauhkan Diri dari Iman dan Amal Saleh

    • Senin, 10 Agustus 2026

    Jangan rendahkan dirimu dengan maksiat, padahal Allah telah memuliakan penciptaanmu. وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ ۝ وَطُورِ سِينِينَ ۝ وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ ۝ لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ۝ ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ ۝ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke […]

    Selengkapnya »
  • Waspada Berdusta Atas Nama Agama

    Waspada Berdusta Atas Nama Agama

    • Selasa, 18 Agustus 2026

    وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِـَٔايَـٰتِهِۦٓ ۗ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّـٰلِمُونَ ٢١ “Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah, atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung.” (QS. al-An’am: 21)   Ayat ini mengingatkan bahwa kezaliman yang paling berat bukan sekadar menyakiti […]

    Selengkapnya »
  • Di Antara Tanda Allah Mencintai Kita

    Di Antara Tanda Allah Mencintai Kita

    • Senin, 17 Agustus 2026

    Jangan kira ujianmu adalah tanda Allah tidak mencintaimu.   أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ ۝ وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ ۝ الَّذِي أَنقَضَ ظَهْرَكَ ۝ وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ ۝ فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۝ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۝ فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ ۝ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ “Bukankah Kami telah melapangkan dadamu? Dan Kami telah mengangkat bebanmu yang memberatkan […]

    Selengkapnya »