Saat Menjauhkan Diri dari Iman dan Amal Saleh

Jangan rendahkan dirimu dengan maksiat, padahal Allah telah memuliakan penciptaanmu.
وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ وَطُورِ سِينِينَ وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Maka mereka memperoleh pahala yang tidak ada putus-putusnya.” (QS. At-Tin: 1–6)
Allah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk, membekalinya dengan akal, hati, dan petunjuk. Kemuliaan itu bukan hanya pada fisik, tetapi pada kesempatan untuk mengenal Allah dan menaati-Nya.
Namun, kemuliaan itu bisa hilang ketika manusia menjauh dari iman dan amal saleh. Bukan Allah yang merendahkannya, tetapi ia sendiri yang memilih jalan yang menjatuhkan derajatnya.
Sebaliknya, orang yang beriman dan istiqamah dalam amal saleh akan Allah angkat derajatnya, meski mungkin ia tidak dikenal oleh manusia.
Ibrah
Jangan ukur nilai dirimu dari harta, jabatan, atau pujian manusia. Kemuliaan sejati ada pada iman, amal saleh, dan kedekatan dengan Al-Qur’an. Semakin dekat kepada Allah, semakin mulia dirimu di sisi-Nya.
Ya Allah, jagalah kami agar tetap berada di atas iman dan amal saleh. Jangan biarkan kami menyia-nyiakan kemuliaan yang telah Engkau anugerahkan. Jadikan Al-Qur’an sebagai cahaya yang membimbing kami hingga akhir hayat. Aamiin.

Saat ini belum ada komentar