Beranda » Tadabbur » Benteng Terkuat Seorang Mukmin

Benteng Terkuat Seorang Mukmin

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۝ مَلِكِ النَّاسِ ۝ إِلَٰهِ النَّاسِ ۝ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۝ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ۝ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

“Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb manusia, Raja manusia, Sesembahan manusia, dari kejahatan pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.’” (QS. An-Nās: 1–6)

Ibrah

Surat An-Nās mengajarkan bahwa musuh terbesar manusia sering kali tidak tampak. Setan tidak memaksa kita berbuat maksiat, tetapi membisikkan keraguan, kemalasan, syahwat, dan prasangka buruk ke dalam hati.

Karena itu Allah memerintahkan kita berlindung kepada-Nya dengan menyebut tiga sifat-Nya sekaligus: Rabb, Malik, dan Ilah manusia. Dialah yang memelihara kita, menguasai kita, dan satu-satunya yang berhak disembah. Tidak ada perlindungan yang lebih kuat daripada kembali kepada Allah.

Maka, jagalah hati dengan dzikir, tilawah Al-Qur’an, dan doa. Hati yang selalu dekat dengan Al-Qur’an akan lebih sulit ditembus oleh bisikan-bisikan setan.

Doa

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا، وَاجْعَلِ الْقُرْآنَ نُورًا لِصُدُورِنَا، وَثَبِّتْنَا عَلَى طَاعَتِكَ.

“Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan setan yang selalu membisikkan keburukan. Sucikanlah hati kami, jadikanlah Al-Qur’an sebagai cahaya bagi dada kami, dan teguhkanlah kami di atas ketaatan kepada-Mu. Āmīn.”

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Post Lainnya

  • Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Penggunaan Metode UMMI

    Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Penggunaan Metode UMMI

    • Kamis, 6 Agustus 2026

    Sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang bermutu dan berstandar nasional, Halaqah Quran melaksanakan kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Penggunaan Sistem Pembelajaran Al-Qur’an Metode UMMI bersama UMMI Bandung Raya. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama penggunaan Sistem Pembelajaran Al-Qur’an Metode UMMI sebagaimana tertuang dalam dokumen Nota Kesepahaman. Acara berlangsung pada […]

    Selengkapnya »
  • Ketika Al-Qur’an menjadi Mahjūr

    Ketika Al-Qur’an menjadi Mahjūr

    • Senin, 3 Agustus 2026

    Allah berfirman: وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا “Dan Rasul (Muhammad) berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang ditinggalkan.’” (QS. Al-Furqan: 30) Renungkan… Al-Qur’an tidak hanya menjadi mahjūr ketika tidak dibaca. Ia juga menjadi mahjūr ketika dibaca tetapi tidak dipahami, dipahami tetapi tidak diamalkan, atau tidak dijadikan […]

    Selengkapnya »
  • Dengan Apa Kita Bisa Tenang?

    Dengan Apa Kita Bisa Tenang?

    • Sabtu, 8 Agustus 2026

      ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ ” …yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)   Ibrah Tidak sedikit orang yang tersenyum di wajahnya, tetapi hatinya sedang lelah. Ada yang memiliki harta, jabatan, […]

    Selengkapnya »
  • Saat Menjauhkan Diri dari Iman dan Amal Saleh

    Saat Menjauhkan Diri dari Iman dan Amal Saleh

    • Senin, 10 Agustus 2026

    Jangan rendahkan dirimu dengan maksiat, padahal Allah telah memuliakan penciptaanmu. وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ ۝ وَطُورِ سِينِينَ ۝ وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ ۝ لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ۝ ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ ۝ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke […]

    Selengkapnya »
  • Al-Qur’an Bukan untuk Menyusahkan

    Al-Qur’an Bukan untuk Menyusahkan

    • Selasa, 8 September 2026

    مَآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْقُرْءَانَ لِتَشْقَىٰٓ ٢ “Kami tidak menurunkan Al-Qur`ān ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah,” (QS. Thaha [20]: 2)   Al-Qur’an tidak diturunkan untuk menjadikan manusia berada dalam kesusahan, tetapi sebagai petunjuk bagi kehidupan. Al-Qur’an merupakan petunjuk dan bahwa Syariat Islam mencakup berbagai perbuatan manusia secara sempurna. Karena itu, Al-Qur’an semestinya dipahami sebagai […]

    Selengkapnya »
  • Allah Mampu Menghidupkan Kembali

    Allah Mampu Menghidupkan Kembali

    • Sabtu, 5 September 2026

    يُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ وَيُحْىِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ وَكَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ ١٩ “Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi setelah mati (kering). Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).” (QS. ar-Rum [30]: 19)   Ayat ini mengajak kita merenungkan tanda-tanda […]

    Selengkapnya »