Beranda » Tadabbur » Berinfak Sebelum Kematian Datang

Berinfak Sebelum Kematian Datang

وَأَنفِقُوا۟ مِن مَّا رَزَقْنَـٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍۢ قَرِيبٍۢ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ ١٠

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), ‘Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.'” (QS. al-Munafiqun [63]: 10)

***

Harta yang kita miliki pada hakikatnya adalah rezeki yang Allah berikan, sehingga jangan sampai kesempatan untuk menggunakannya dalam kebaikan ditunda sampai datangnya kematian. Allah memperingatkan tentang penyesalan seseorang yang ketika ajal tiba berharap diberi sedikit waktu agar dapat bersedekah dan menjadi orang saleh. Islam mengatur hak manusia dalam membelanjakan hartanya dan menetapkan berbagai ketentuan dalam penggunaannya, termasuk infak dan sedekah.

Kesempatan beramal adalah sesuatu yang harus dimanfaatkan ketika masih hidup. Jangan menunggu sampai kehilangan kesempatan, karena setelah kematian datang, keinginan untuk kembali beramal tidak lagi dapat diwujudkan sebagaimana ketika masih hidup. Namun, infak juga bukan berarti mengabaikan kebutuhan diri dan keluarga. Bahwasanya sedekah dilakukan dari kelebihan setelah kebutuhan dasar terpenuhi, dan seseorang tetap memperhatikan kecukupan dirinya serta keluarganya.

Muhasabah

Jika hari ini adalah kesempatan yang masih Allah berikan kepada kita, apa yang sudah kita lakukan dengan rezeki yang Dia titipkan? Apakah kita termasuk orang yang segera menggunakan kesempatan untuk berbuat baik, atau terus menunda dengan alasan “nanti kalau sudah punya lebih banyak”? Jangan sampai keinginan untuk bersedekah baru muncul ketika kematian sudah di depan mata. Selagi masih diberi waktu dan rezeki, manfaatkan keduanya untuk amal yang diridai Allah.[]

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Post Lainnya

  • Harta dan Kedudukan Bisa Menjadi Fitnah

    Harta dan Kedudukan Bisa Menjadi Fitnah

    • Jumat, 7 Agustus 2026

    تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ ۝ مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ ۝ سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ ۝ وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ ۝ فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍ “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sungguh binasalah dia. Tidaklah berguna baginya harta bendanya dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. […]

    Selengkapnya »
  • Dengan Apa Kita Bisa Tenang?

    Dengan Apa Kita Bisa Tenang?

    • Sabtu, 8 Agustus 2026

      ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ ” …yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)   Ibrah Tidak sedikit orang yang tersenyum di wajahnya, tetapi hatinya sedang lelah. Ada yang memiliki harta, jabatan, […]

    Selengkapnya »
  • 7 Tahapan Pembelajaran Metode UMMI

    7 Tahapan Pembelajaran Metode UMMI

    • Sabtu, 8 Agustus 2026

    Pembukaan — Kegiatan pengondisian para siswa untuk siap belajar, dilanjutkan dengan salam pembuka dan membaca do’a pembuka belajar Al-Qur’an bersama sama. Apersepsi —  Mengulang kembali misteri yang telah diajarkan sebelumnya untuk dapat dikaitkan dengan materi yang akan diajarkan pada hari ini. Penanaman Konsep —  Proses menjelaskan materi/pokok bahasan yang akan diajarkan pada hari ini. Pemahaman Konsep — Memahamkan kepada […]

    Selengkapnya »
  • Berlindung Hanya kepada Allah

    Berlindung Hanya kepada Allah

    • Selasa, 4 Agustus 2026

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ۝ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ۝ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ۝ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ۝ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai fajar, dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan para penyihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari […]

    Selengkapnya »
  • Saat Amal Lebih Berharga daripada Segalanya

    Saat Amal Lebih Berharga daripada Segalanya

    • Kamis, 6 Agustus 2026

    فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ ۝ فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ ۝ وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ ۝ فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ “Adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah Hawiyah.” (QS. Al-Qāri’ah: 6–9) Ibrah Pada hari kiamat, Allah tidak akan menanyakan seberapa banyak […]

    Selengkapnya »
  • Hiduplah Seiringan dan Jagalah dengan Kuat

    Hiduplah Seiringan dan Jagalah dengan Kuat

    • Senin, 31 Agustus 2026

    يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا “Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya […]

    Selengkapnya »