Beranda » Tadabbur » Jangan Hanya Mengingat Allah Saat Kesusahan

Jangan Hanya Mengingat Allah Saat Kesusahan

وَإِذَا مَسَّكُمُ ٱلضُّرُّ فِى ٱلْبَحْرِ ضَلَّ مَن تَدْعُونَ إِلَّآ إِيَّاهُ ۖ فَلَمَّا نَجَّىٰكُمْ إِلَى ٱلْبَرِّ أَعْرَضْتُمْ ۚ وَكَانَ ٱلْإِنسَـٰنُ كَفُورًا ٦٧

“Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilang semua yang (biasa) kamu seru, kecuali Dia. Tetapi ketika Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling (dari-Nya). Dan manusia memang selalu ingkar (tidak bersyukur).” (QS. al-Isra’ [17]: 67)

***

Adakalanya manusia berada dalam situasi bahaya. Saat menghadapi keadaan yang sangat sulit, semua yang biasanya menjadi tempat bergantung seakan tidak lagi berarti, dan manusia kembali memohon hanya kepada Allah. Namun ketika Allah telah menyelamatkannya dan kesusahan berlalu, ia justru berpaling dan melupakan pertolongan-Nya. Ayat ini menjadi peringatan agar hubungan kita dengan Allah tidak hanya kuat ketika sedang takut atau membutuhkan pertolongan.

Allah mengingatkan bahwa manusia mudah terjebak dalam sikap tidak bersyukur. Ketika berada dalam kesulitan, kita begitu sungguh-sungguh berdoa dan berharap kepada Allah. Tetapi setelah keadaan menjadi mudah, terkadang doa, ketaatan, dan rasa syukur mulai berkurang. Padahal, seorang Muslim wajib tetap terikat dengan perintah dan larangan Allah dalam seluruh aktivitas kehidupannya.

Muhasabah

Pernahkah kita sangat dekat dengan Allah ketika sedang mendapat masalah, tetapi mulai lalai setelah masalah itu selesai? Ketika Allah memberi keselamatan, kesehatan, keluarga, rezeki, dan berbagai kemudahan, apakah kita masih mengingat bahwa semua itu adalah pertolongan dan karunia-Nya? Jangan sampai kita hanya mencari Allah ketika membutuhkan pertolongan. Jadikan setiap keselamatan sebagai alasan untuk semakin bersyukur dan semakin taat kepada-Nya.[]

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Post Lainnya

  • Harta dan Kedudukan Bisa Menjadi Fitnah

    Harta dan Kedudukan Bisa Menjadi Fitnah

    • Jumat, 7 Agustus 2026

    تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ ۝ مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ ۝ سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ ۝ وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ ۝ فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍ “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sungguh binasalah dia. Tidaklah berguna baginya harta bendanya dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. […]

    Selengkapnya »
  • Menghadapi Dahsyatnya Hari Kiamat

    Menghadapi Dahsyatnya Hari Kiamat

    • Jumat, 21 Agustus 2026

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌۭ ١ “Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar.” (QS. al-Hajj [22]: 1)   Ayat ini dimulai dengan seruan kepada seluruh manusia: “Bertakwalah kepada Rabb kalian.” Seruan tersebut seakan mengajak kita untuk berhenti sejenak dari kesibukan dunia […]

    Selengkapnya »
  • Benteng Terkuat Seorang Mukmin

    Benteng Terkuat Seorang Mukmin

    • Rabu, 5 Agustus 2026

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۝ مَلِكِ النَّاسِ ۝ إِلَٰهِ النَّاسِ ۝ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۝ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ۝ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb manusia, Raja manusia, Sesembahan manusia, dari kejahatan pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.’” (QS. An-Nās: 1–6) […]

    Selengkapnya »
  • Masuk Islam Secara Menyeluruh

    Masuk Islam Secara Menyeluruh

    • Kamis, 10 September 2026

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةًۭ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌۭ ٢٠٨ “Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.” (QS. al-Baqarah [2]: 208) *** Orang-orang beriman sudah sepatutnya tidak mengambil Islam secara sebagian-sebagian, tetapi masuk […]

    Selengkapnya »
  • Jangan Menganggap Rezeki Sempit sebagai Kehinaan

    Jangan Menganggap Rezeki Sempit sebagai Kehinaan

    • Jumat, 11 September 2026

    وَأَمَّآ إِذَا مَا ٱبْتَلَىٰهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّىٓ أَهَـٰنَنِ ١٦ “Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, ‘Tuhanku telah menghinakanku.’” (QS. al-Fajr [89]: 16) *** Manusia sering keliru dalam menilai keadaan hidup. Ketika mendapatkan kelapangan rezeki, seseorang bisa menganggap dirinya dimuliakan; sebaliknya, ketika rezekinya dibatasi, ia berkata, “Tuhanku telah menghinakanku.” Padahal, […]

    Selengkapnya »
  • Mensyukuri yang Sudah Ada

    Mensyukuri yang Sudah Ada

    • Rabu, 12 Agustus 2026

    Jangan hanya menghitung apa yang belum kita miliki. Ingatlah betapa banyak yang telah Allah berikan. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ۝ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ۝ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari segala kebaikan).” (QS. Al-Kautsar: 1–3) Surat Al-Kautsar […]

    Selengkapnya »