Beranda » Tadabbur » Saat Menjauhkan Diri dari Iman dan Amal Saleh

Saat Menjauhkan Diri dari Iman dan Amal Saleh

Jangan rendahkan dirimu dengan maksiat, padahal Allah telah memuliakan penciptaanmu.

وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ ۝ وَطُورِ سِينِينَ ۝ وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ ۝ لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ۝ ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ ۝ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Maka mereka memperoleh pahala yang tidak ada putus-putusnya.” (QS. At-Tin: 1–6)

Allah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk, membekalinya dengan akal, hati, dan petunjuk. Kemuliaan itu bukan hanya pada fisik, tetapi pada kesempatan untuk mengenal Allah dan menaati-Nya.

Namun, kemuliaan itu bisa hilang ketika manusia menjauh dari iman dan amal saleh. Bukan Allah yang merendahkannya, tetapi ia sendiri yang memilih jalan yang menjatuhkan derajatnya.

Sebaliknya, orang yang beriman dan istiqamah dalam amal saleh akan Allah angkat derajatnya, meski mungkin ia tidak dikenal oleh manusia.

Ibrah

Jangan ukur nilai dirimu dari harta, jabatan, atau pujian manusia. Kemuliaan sejati ada pada iman, amal saleh, dan kedekatan dengan Al-Qur’an. Semakin dekat kepada Allah, semakin mulia dirimu di sisi-Nya.

Ya Allah, jagalah kami agar tetap berada di atas iman dan amal saleh. Jangan biarkan kami menyia-nyiakan kemuliaan yang telah Engkau anugerahkan. Jadikan Al-Qur’an sebagai cahaya yang membimbing kami hingga akhir hayat. Aamiin.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Post Lainnya

  • Menghadapi Dahsyatnya Hari Kiamat

    Menghadapi Dahsyatnya Hari Kiamat

    • Jumat, 21 Agustus 2026

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌۭ ١ “Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar.” (QS. al-Hajj [22]: 1)   Ayat ini dimulai dengan seruan kepada seluruh manusia: “Bertakwalah kepada Rabb kalian.” Seruan tersebut seakan mengajak kita untuk berhenti sejenak dari kesibukan dunia […]

    Selengkapnya »
  • Jangan Mendustakan Pertemuan dengan Akhirat

    Jangan Mendustakan Pertemuan dengan Akhirat

    • Selasa, 1 September 2026

    وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَلِقَآئِ ٱلْـَٔاخِرَةِ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ فِى ٱلْعَذَابِ مُحْضَرُونَ ١٦ “Dan adapun orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami serta (mendustakan) pertemuan hari akhirat, maka mereka tetap berada dalam azab (neraka).” (QS. ar-Rum [30]: 16)   Ada akibat yang sangat berat bagi orang-orang yang memilih kekufuran, mendustakan ayat-ayat Allah, dan mengingkari pertemuan dengan […]

    Selengkapnya »
  • Waspada Berdusta Atas Nama Agama

    Waspada Berdusta Atas Nama Agama

    • Selasa, 18 Agustus 2026

    وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِـَٔايَـٰتِهِۦٓ ۗ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّـٰلِمُونَ ٢١ “Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah, atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung.” (QS. al-An’am: 21)   Ayat ini mengingatkan bahwa kezaliman yang paling berat bukan sekadar menyakiti […]

    Selengkapnya »
  • Harta dan Kedudukan Bisa Menjadi Fitnah

    Harta dan Kedudukan Bisa Menjadi Fitnah

    • Jumat, 7 Agustus 2026

    تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ ۝ مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ ۝ سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ ۝ وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ ۝ فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍ “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sungguh binasalah dia. Tidaklah berguna baginya harta bendanya dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. […]

    Selengkapnya »
  • Ketika Al-Qur’an menjadi Mahjūr

    Ketika Al-Qur’an menjadi Mahjūr

    • Senin, 3 Agustus 2026

    Allah berfirman: وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا “Dan Rasul (Muhammad) berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang ditinggalkan.’” (QS. Al-Furqan: 30) Renungkan… Al-Qur’an tidak hanya menjadi mahjūr ketika tidak dibaca. Ia juga menjadi mahjūr ketika dibaca tetapi tidak dipahami, dipahami tetapi tidak diamalkan, atau tidak dijadikan […]

    Selengkapnya »
  • Nikmat Rasa Aman

    Nikmat Rasa Aman

    • Selasa, 11 Agustus 2026

    Nikmat yang sering kita lupakan adalah rasa aman. لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ ۝ إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ ۝ فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ ۝ الَّذِي أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَآمَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ “Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (Pemilik) rumah ini (Ka’bah), yang telah memberi mereka […]

    Selengkapnya »