Benteng Terkuat Seorang Mukmin

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَٰهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
“Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb manusia, Raja manusia, Sesembahan manusia, dari kejahatan pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.’” (QS. An-Nās: 1–6)
Ibrah
Surat An-Nās mengajarkan bahwa musuh terbesar manusia sering kali tidak tampak. Setan tidak memaksa kita berbuat maksiat, tetapi membisikkan keraguan, kemalasan, syahwat, dan prasangka buruk ke dalam hati.
Karena itu Allah memerintahkan kita berlindung kepada-Nya dengan menyebut tiga sifat-Nya sekaligus: Rabb, Malik, dan Ilah manusia. Dialah yang memelihara kita, menguasai kita, dan satu-satunya yang berhak disembah. Tidak ada perlindungan yang lebih kuat daripada kembali kepada Allah.
Maka, jagalah hati dengan dzikir, tilawah Al-Qur’an, dan doa. Hati yang selalu dekat dengan Al-Qur’an akan lebih sulit ditembus oleh bisikan-bisikan setan.
Doa
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا، وَاجْعَلِ الْقُرْآنَ نُورًا لِصُدُورِنَا، وَثَبِّتْنَا عَلَى طَاعَتِكَ.
“Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan setan yang selalu membisikkan keburukan. Sucikanlah hati kami, jadikanlah Al-Qur’an sebagai cahaya bagi dada kami, dan teguhkanlah kami di atas ketaatan kepada-Mu. Āmīn.”

Saat ini belum ada komentar