Beranda » Tadabbur » Al-Qur’an: Kitab yang Lurus Tanpa Kebengkokan

Al-Qur’an: Kitab yang Lurus Tanpa Kebengkokan

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًاࣝ ۝١

“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab Suci (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak membuat padanya sedikit pun kebengkokan.” (QS. Al-Kahf [18]: 1)

Ayat ini mengawali surah Al-Kahf dengan pujian kepada Allah karena Dia telah menurunkan Al-Qur’an kepada hamba-Nya, Nabi Muhammad ﷺ. Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi merupakan kitab yang menjadi petunjuk dalam perkara yang berkaitan dengan risalah: menjelaskan hukum, ibadah, dan akidah serta menjadi petunjuk yang menyelamatkan manusia dari kesesatan. Dalam Asy-Syakhshiyah al-Islamiyah, Al-Qur’an ditegaskan sebagai kitab yang memberikan penjelasan tentang perkara-perkara Islam, menjadi petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi kaum Muslimin.

Frasa “وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا” mengingatkan bahwa di dalam Kitab Allah tidak terdapat kebengkokan. Karena itu, ketika berinteraksi dengan Al-Qur’an, yang perlu diluruskan bukanlah wahyu agar mengikuti keinginan manusia, tetapi pemahaman dan sikap manusia agar tunduk kepada wahyu. Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk, sehingga seorang Muslim semestinya menjadikannya ukuran dalam memahami kehidupan dan membedakan antara jalan yang lurus dengan pemikiran yang menyimpang. Penting juga memahami Al-Qur’an sesuai bahasa dan makna yang benar agar tidak terjadi penyimpangan dalam memahaminya.

Maka, ayat ini mengajak kita untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan yang lurus dalam kehidupan. Semakin dekat seseorang dengan Al-Qur’an dengan pemahaman yang benar, semestinya semakin lurus pula cara berpikir, sikap, dan amalnya.[]

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Post Lainnya

  • Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Penggunaan Metode UMMI

    Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Penggunaan Metode UMMI

    • Kamis, 6 Agustus 2026

    Sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang bermutu dan berstandar nasional, Halaqah Quran melaksanakan kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Penggunaan Sistem Pembelajaran Al-Qur’an Metode UMMI bersama UMMI Bandung Raya. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama penggunaan Sistem Pembelajaran Al-Qur’an Metode UMMI sebagaimana tertuang dalam dokumen Nota Kesepahaman. Acara berlangsung pada […]

    Selengkapnya »
  • Balas Keburukan dengan Kebaikan

    Balas Keburukan dengan Kebaikan

    • Kamis, 24 September 2026

    وَلَا تَسْتَوِى ٱلْحَسَنَةُ وَلَا ٱلسَّيِّئَةُ ۚ ٱدْفَعْ بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِى بَيْنَكَ وَبَيْنَهُۥ عَدَٰوَةٌ كَأَنَّهُۥ وَلِىٌّ حَمِيمٌ ٣٤ “Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia.” (QS. Fushshilat [41]: 34) *** Kebaikan memang […]

    Selengkapnya »
  • Mensyukuri yang Sudah Ada

    Mensyukuri yang Sudah Ada

    • Rabu, 12 Agustus 2026

    Jangan hanya menghitung apa yang belum kita miliki. Ingatlah betapa banyak yang telah Allah berikan. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ۝ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ۝ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari segala kebaikan).” (QS. Al-Kautsar: 1–3) Surat Al-Kautsar […]

    Selengkapnya »
  • Jangan Tertipu oleh Gemerlap Dunia

    Jangan Tertipu oleh Gemerlap Dunia

    • Kamis, 20 Agustus 2026

    ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا لَعِبٞ وَلَهۡوٞ وَزِينَةٞ وَتَفَاخُرُۢ بَيۡنَكُمۡ وَتَكَاثُرٞ فِي ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَوۡلَٰدِۖ كَمَثَلِ غَيۡثٍ أَعۡجَبَ ٱلۡكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصۡفَرّٗا ثُمَّ يَكُونُ حُطَٰمٗاۖ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ عَذَابٞ شَدِيدٞ وَمَغۡفِرَةٞ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٰنٞۚ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ “Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara […]

    Selengkapnya »
  • Bersabar Ketika Mendapat Musibah

    Bersabar Ketika Mendapat Musibah

    • Minggu, 4 Oktober 2026

    ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَـٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ ١٥٦ “(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).” (QS. al-Baqarah [2]: 156) *** Ayat ini mengajarkan sikap seorang mukmin ketika mendapatkan musibah: “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” — sesungguhnya kita […]

    Selengkapnya »
  • Al-Qur’an adalah Penawar dan Rahmat

    Al-Qur’an adalah Penawar dan Rahmat

    • Minggu, 2 Agustus 2026

    Allah berfirman: وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra’: 82) Renungkan… Ketika tubuh sakit, kita segera mencari obat. Namun ketika hati gelisah, sedih, atau jauh dari Allah, sudahkah kita kembali kepada Al-Qur’an? Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, […]

    Selengkapnya »