Beranda » Tadabbur » Renungkan Penciptaan, Jangan Lupakan Pertemuan dengan Allah

Renungkan Penciptaan, Jangan Lupakan Pertemuan dengan Allah

أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا۟ فِىٓ أَنفُسِهِم ۗ مَّا خَلَقَ ٱللَّهُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَآ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَأَجَلٍ مُّسَمًّى ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ ٱلنَّاسِ بِلِقَآئِ رَبِّهِمْ لَكَـٰفِرُونَ ٨

“Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya banyak di antara manusia benar-benar mengingkari pertemuan dengan Tuhannya.” (QS. ar-Rum [30]: 8)

***

Sebagai manusia, melalui ayat ini kita diajak untuk berhenti sejenak dan merenungkan diri sendiri serta alam semesta yang begitu luas. Mengapa kita tidak memikirkan bagaimana diri kita diciptakan, bagaimana langit dan bumi terbentang, serta bagaimana segala sesuatu berjalan dengan keteraturan? Semua itu tidak diciptakan Allah dengan sia-sia, melainkan dengan kebenaran dan tujuan tertentu, serta memiliki batas waktu yang telah ditetapkan. Kesadaran ini seharusnya membuat kita memahami bahwa kehidupan bukan sekadar perjalanan untuk memenuhi kebutuhan duniawi. Ada tujuan yang lebih besar dari sekadar mencari harta, mengejar kedudukan, atau menikmati kesenangan, yaitu menjalani kehidupan dalam ketaatan kepada Allah.

Namun, ayat ini juga mengingatkan bahwa banyak manusia mengingkari pertemuan dengan Rabb mereka. Mereka begitu sibuk dengan kehidupan dunia seolah-olah dunia akan berlangsung selamanya, hingga lupa bahwa kehidupan ini memiliki batas dan setiap manusia akan kembali kepada Allah. Padahal, kesadaran akan adanya pertemuan dengan Allah semestinya memengaruhi cara kita menjalani hidup hari ini. Setiap waktu menjadi berharga, setiap amal perlu dipertanggungjawabkan, dan setiap kesempatan untuk berbuat baik tidak sepatutnya disia-siakan. Jangan sampai kita begitu serius mempersiapkan masa depan dunia, tetapi lalai mempersiapkan kehidupan setelah kematian.

Muhasabah

Sudahkah kita meluangkan waktu untuk merenungkan penciptaan diri dan alam semesta sebagai tanda kebesaran Allah? Apakah selama ini kita menjalani hidup dengan kesadaran bahwa suatu saat akan kembali dan bertemu dengan-Nya? Ataukah kita terlalu larut dalam urusan dunia hingga lupa memperbaiki amal dan mempersiapkan bekal akhirat?

Mari menata kembali tujuan hidup. Gunakan waktu untuk memperbanyak ketaatan, menjaga amanah, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan meninggalkan perbuatan yang tidak diridhai Allah. Jangan sampai kita begitu sibuk menjalani kehidupan di dunia, tetapi lupa mempersiapkan diri untuk pertemuan dengan Allah.[]

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Post Lainnya

  • Benteng Terkuat Seorang Mukmin

    Benteng Terkuat Seorang Mukmin

    • Rabu, 5 Agustus 2026

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۝ مَلِكِ النَّاسِ ۝ إِلَٰهِ النَّاسِ ۝ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۝ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ۝ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb manusia, Raja manusia, Sesembahan manusia, dari kejahatan pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.’” (QS. An-Nās: 1–6) […]

    Selengkapnya »
  • Ketika Al-Qur’an menjadi Mahjūr

    Ketika Al-Qur’an menjadi Mahjūr

    • Senin, 3 Agustus 2026

    Allah berfirman: وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا “Dan Rasul (Muhammad) berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang ditinggalkan.’” (QS. Al-Furqan: 30) Renungkan… Al-Qur’an tidak hanya menjadi mahjūr ketika tidak dibaca. Ia juga menjadi mahjūr ketika dibaca tetapi tidak dipahami, dipahami tetapi tidak diamalkan, atau tidak dijadikan […]

    Selengkapnya »
  • Waspada Berdusta Atas Nama Agama

    Waspada Berdusta Atas Nama Agama

    • Selasa, 18 Agustus 2026

    وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِـَٔايَـٰتِهِۦٓ ۗ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّـٰلِمُونَ ٢١ “Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah, atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung.” (QS. al-An’am: 21)   Ayat ini mengingatkan bahwa kezaliman yang paling berat bukan sekadar menyakiti […]

    Selengkapnya »
  • Jangan Lupa Bersyukur atas Nikmat Allah

    Jangan Lupa Bersyukur atas Nikmat Allah

    • Selasa, 6 Oktober 2026

    وَءَاتَىٰكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ ٣٤ “Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim [14]: 34) *** […]

    Selengkapnya »
  • Sampaikan Kebaikan dengan Ikhlas

    Sampaikan Kebaikan dengan Ikhlas

    • Senin, 12 Oktober 2026

    قُلْ مَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِلَّا مَن شَآءَ أَن يَتَّخِذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلًا ٥٧ “Katakanlah, ‘Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu dalam menyampaikan (risalah) itu, melainkan (mengharapkan agar) orang-orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya.’” (QS. al-Furqan [25]: 57) *** Rasulullah ﷺ tidak meminta imbalan atas risalah yang beliau sampaikan. Yang beliau harapkan […]

    Selengkapnya »
  • Balas Keburukan dengan Kebaikan

    Balas Keburukan dengan Kebaikan

    • Kamis, 24 September 2026

    وَلَا تَسْتَوِى ٱلْحَسَنَةُ وَلَا ٱلسَّيِّئَةُ ۚ ٱدْفَعْ بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِى بَيْنَكَ وَبَيْنَهُۥ عَدَٰوَةٌ كَأَنَّهُۥ وَلِىٌّ حَمِيمٌ ٣٤ “Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia.” (QS. Fushshilat [41]: 34) *** Kebaikan memang […]

    Selengkapnya »