Beranda » Tadabbur » Jangan Tertipu oleh Keindahan Dunia

Jangan Tertipu oleh Keindahan Dunia

زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ۘ وَٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ فَوْقَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ وَٱللَّهُ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍۢ ٢١٢

“Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.” (QS. al-Baqarah [2]: 212)

***

Kehidupan dunia dalam pandangan manusia tampak begitu indah sehingga sering dijadikan sebagai ukuran keberhasilan. Ketika dunia menjadi ukuran utama, orang yang berpegang pada iman dan ketakwaan bahkan dapat dipandang rendah atau ditertawakan. Padahal, penilaian manusia di dunia bukanlah ukuran akhir. Ketika perhatian manusia hanya tertuju pada kenikmatan dunia, pandangan terhadap akhirat bisa hilang; seseorang akhirnya menjadikan kesenangan dunia sebagai tujuan utama dan melupakan kenikmatan akhirat.

Allah kemudian membalik ukuran tersebut: orang-orang yang bertakwa sesungguhnya berada di atas mereka (orang-orang kafir) pada hari Kiamat. Hal ini mengajarkan agar seorang Muslim tidak merasa rendah hanya karena tidak mengikuti ukuran dunia atau tidak mendapatkan kemewahan yang dipandang tinggi oleh manusia. Yang harus dikejar bukan sekadar kemuliaan di hadapan manusia, tetapi kedudukan yang baik di hadapan Allah. Pada saat yang sama, ayat ini menutup dengan penegasan bahwa Allah memberikan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan, sehingga seorang mukmin tidak semestinya menjadikan kelapangan materi sebagai satu-satunya tanda kemuliaan.

Muhasabah

Apakah hati kita lebih mudah kagum kepada orang yang memiliki banyak harta, kedudukan, dan kenikmatan dunia daripada kepada orang yang bertakwa? Apakah kita pernah merasa rendah ketika tidak memiliki apa yang dimiliki orang lain? Mari kita periksa kembali ukuran keberhasilan dalam diri kita. Jangan sampai dunia yang sementara membuat kita lupa bahwa kemuliaan yang sesungguhnya akan tampak pada hari Kiamat.[]

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Post Lainnya

  • Jangan Remehkan Kebaikan, Jangan Anggap Enteng Keburukan

    Jangan Remehkan Kebaikan, Jangan Anggap Enteng Keburukan

    • Senin, 26 Oktober 2026

    مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ خَيْرٌ مِّنْهَا ۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى ٱلَّذِينَ عَمِلُوا۟ ٱلسَّيِّـَٔاتِ إِلَّا مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ٨٤ “Barang siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, […]

    Selengkapnya »
  • Al-Qur’an adalah Penawar dan Rahmat

    Al-Qur’an adalah Penawar dan Rahmat

    • Minggu, 2 Agustus 2026

    Allah berfirman: وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra’: 82) Renungkan… Ketika tubuh sakit, kita segera mencari obat. Namun ketika hati gelisah, sedih, atau jauh dari Allah, sudahkah kita kembali kepada Al-Qur’an? Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, […]

    Selengkapnya »
  • Bertasbih dan Mohon Ampun

    Bertasbih dan Mohon Ampun

    • Sabtu, 1 Agustus 2026

    Allah berfirman: فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا “Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.” (QS. An-Nashr: 3) Renungkan… Saat Allah memberi keberhasilan, kita sering sibuk merayakannya. Padahal Allah mengajarkan hal yang berbeda. Semakin tinggi nikmat yang Allah berikan, semakin banyak pula tasbih dan istighfar yang […]

    Selengkapnya »
  • Jangan Mendustakan Pertemuan dengan Akhirat

    Jangan Mendustakan Pertemuan dengan Akhirat

    • Selasa, 1 September 2026

    وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَلِقَآئِ ٱلْـَٔاخِرَةِ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ فِى ٱلْعَذَابِ مُحْضَرُونَ ١٦ “Dan adapun orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami serta (mendustakan) pertemuan hari akhirat, maka mereka tetap berada dalam azab (neraka).” (QS. ar-Rum [30]: 16)   Ada akibat yang sangat berat bagi orang-orang yang memilih kekufuran, mendustakan ayat-ayat Allah, dan mengingkari pertemuan dengan […]

    Selengkapnya »
  • Kedaulatan Jiwa atas Amal Usahanya

    Kedaulatan Jiwa atas Amal Usahanya

    • Kamis, 3 September 2026

    تِلْكَ أُمَّةٌۭ قَدْ خَلَتْ ۖ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُم مَّا كَسَبْتُمْ ۖ وَلَا تُسْـَٔلُونَ عَمَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ١٤١ “Itulah umat yang telah berlalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. al-Baqarah [2]: 141)   Ayat ini menegaskan […]

    Selengkapnya »
  • Jangan Tertipu oleh Gemerlap Dunia

    Jangan Tertipu oleh Gemerlap Dunia

    • Kamis, 20 Agustus 2026

    ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا لَعِبٞ وَلَهۡوٞ وَزِينَةٞ وَتَفَاخُرُۢ بَيۡنَكُمۡ وَتَكَاثُرٞ فِي ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَوۡلَٰدِۖ كَمَثَلِ غَيۡثٍ أَعۡجَبَ ٱلۡكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصۡفَرّٗا ثُمَّ يَكُونُ حُطَٰمٗاۖ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ عَذَابٞ شَدِيدٞ وَمَغۡفِرَةٞ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٰنٞۚ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ “Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara […]

    Selengkapnya »