Jangan Lupa Berdoa dan Bersandar kepada Allah

أَمَّن يُجِيبُ ٱلْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَآءَ ٱلْأَرْضِ ۗ أَءِلَـٰهٌ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ ٦٢
“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).” (QS. an-Naml [27]: 62)
***
Allah adalah tempat memohon pertolongan ketika berada dalam kesulitan. Saat manusia menghadapi masalah yang terasa berat, Allah-lah yang mampu menghilangkan kesusahan dan memberikan jalan keluar. Tidak ada sesuatu pun yang berada di luar kekuasaan-Nya. Ayat ini juga mengingatkan bahwa kehidupan dan kesempatan yang kita miliki di bumi merupakan karunia dari Allah. Karena itu, sudah sepantasnya kita mengakui kekuasaan-Nya dan tidak melupakan-Nya ketika keadaan kembali menjadi mudah.
Namun, manusia sering kali baru sungguh-sungguh berdoa ketika sedang terdesak. Setelah kesulitan berlalu, ia kembali lalai dan lupa bersyukur. Padahal, kita diminta untuk selalu mengingat Allah, baik ketika sedang menghadapi masalah maupun ketika hidup terasa lapang. Kita juga perlu menyadari bahwa kesempatan hidup di bumi bukan sekadar untuk menikmati berbagai karunia, tetapi harus dijalani dengan menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya. Seorang Muslim wajib mengikatkan seluruh aktivitas kehidupannya dengan ketentuan Allah.
Muhasabah
Ketika menghadapi kesulitan, apakah kita segera berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah? Setelah masalah selesai, apakah kita tetap mengingat-Nya atau justru kembali lalai? Sudahkah kita menggunakan kesempatan hidup dan nikmat yang diberikan Allah untuk melakukan kebaikan? Jangan hanya mengingat Allah ketika terdesak. Jadikan doa sebagai bentuk ketergantungan kepada-Nya dalam setiap keadaan, dan buktikan rasa syukur dengan menjalani kehidupan sesuai petunjuk-Nya.[]

Saat ini belum ada komentar