Beranda » Tadabbur » Sampaikan Kebaikan dengan Ikhlas

Sampaikan Kebaikan dengan Ikhlas

قُلْ مَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِلَّا مَن شَآءَ أَن يَتَّخِذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلًا ٥٧

“Katakanlah, ‘Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu dalam menyampaikan (risalah) itu, melainkan (mengharapkan agar) orang-orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya.’” (QS. al-Furqan [25]: 57)

***

Rasulullah ﷺ tidak meminta imbalan atas risalah yang beliau sampaikan. Yang beliau harapkan adalah agar manusia mau mengambil jalan menuju Allah. Dari sini kita belajar bahwa menyampaikan kebenaran hendaknya berorientasi pada petunjuk Allah, bukan mencari pujian, pengakuan, atau keuntungan pribadi. Seorang Muslim wajib terikat dengan ketentuan syara’ ketika menyampaikan pendapat dan menyerukan suatu pemikiran. Artinya, apa yang disampaikan harus tetap berada dalam batas yang dibenarkan oleh Islam.

Kita harus melihat tujuan dari nasihat dan dakwah: bukan hanya agar orang mendengar perkataan kita, tetapi agar mereka terdorong menempuh jalan yang diridai Allah. Karena itu, ketika mengajak keluarga, teman, atau orang lain kepada kebaikan, kita perlu menjaga niat dan cara menyampaikannya. Jangan sampai keinginan untuk dianggap hebat justru mengalahkan tujuan utama, yaitu mengajak manusia mendekat kepada Allah.

Muhasabah

Ketika kita menyampaikan nasihat atau berbagi ilmu, apa yang paling kita harapkan: pujian manusia atau kebaikan yang diridai Allah? Apakah kita tetap berusaha menyampaikan kebenaran dengan cara yang baik meskipun tidak mendapat penghargaan? Mari luruskan niat dan periksa cara kita menyampaikan kebaikan. Tujuan utama bukan membuat orang mengagumi diri kita, tapi membantu mereka menemukan jalan menuju Allah.[]

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Post Lainnya

  • Benteng Terkuat Seorang Mukmin

    Benteng Terkuat Seorang Mukmin

    • Rabu, 5 Agustus 2026

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۝ مَلِكِ النَّاسِ ۝ إِلَٰهِ النَّاسِ ۝ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۝ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ۝ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb manusia, Raja manusia, Sesembahan manusia, dari kejahatan pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.’” (QS. An-Nās: 1–6) […]

    Selengkapnya »
  • Alhamdulillah, 422 Peserta Belajar Bersama Halaqah Quran dalam 31 Kelas Online

    Alhamdulillah, 422 Peserta Belajar Bersama Halaqah Quran dalam 31 Kelas Online

    • Jumat, 7 Agustus 2026

    Cianjur, 7 Agustus 2026 — Alhamdulillah, atas izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, Program Pembelajaran Al-Qur’an Halaqah Quran terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga 7 Agustus 2026, kegiatan pembelajaran telah diikuti oleh sekitar 422 peserta yang tergabung dalam 31 kelas online, dengan bimbingan 17 guru bersertifikasi Metode UMMI. Seluruh pembelajaran dilaksanakan secara daring melalui Zoom dengan […]

    Selengkapnya »
  • Al-Qur’an: Kitab yang Lurus Tanpa Kebengkokan

    Al-Qur’an: Kitab yang Lurus Tanpa Kebengkokan

    • Rabu, 19 Agustus 2026

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًاࣝ ۝١ “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab Suci (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak membuat padanya sedikit pun kebengkokan.” (QS. Al-Kahf [18]: 1) Ayat ini mengawali surah Al-Kahf dengan pujian kepada Allah karena Dia telah menurunkan Al-Qur’an kepada hamba-Nya, Nabi Muhammad ﷺ. […]

    Selengkapnya »
  • Dengan Apa Kita Bisa Tenang?

    Dengan Apa Kita Bisa Tenang?

    • Sabtu, 8 Agustus 2026

      ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ ” …yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)   Ibrah Tidak sedikit orang yang tersenyum di wajahnya, tetapi hatinya sedang lelah. Ada yang memiliki harta, jabatan, […]

    Selengkapnya »
  • Menghadapi Dahsyatnya Hari Kiamat

    Menghadapi Dahsyatnya Hari Kiamat

    • Jumat, 21 Agustus 2026

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌۭ ١ “Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar.” (QS. al-Hajj [22]: 1)   Ayat ini dimulai dengan seruan kepada seluruh manusia: “Bertakwalah kepada Rabb kalian.” Seruan tersebut seakan mengajak kita untuk berhenti sejenak dari kesibukan dunia […]

    Selengkapnya »
  • Kedaulatan Jiwa atas Amal Usahanya

    Kedaulatan Jiwa atas Amal Usahanya

    • Kamis, 3 September 2026

    تِلْكَ أُمَّةٌۭ قَدْ خَلَتْ ۖ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُم مَّا كَسَبْتُمْ ۖ وَلَا تُسْـَٔلُونَ عَمَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ١٤١ “Itulah umat yang telah berlalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. al-Baqarah [2]: 141)   Ayat ini menegaskan […]

    Selengkapnya »